Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Umum. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Februari 2014

Yuk Keep Smile

      
 Berkas:Yuk Keep Smile.jpg


 Yuk Keep Smile (disingkat dengan YKS) adalah acara televisi sketsa komedi, kuis interaktif, musik, dan game show yang ditayangkan oleh stasiun televisi Trans TV. Acara yang dulu dikenal dengan nama "Yuk Kita Sahur" ini dipopulerkan oleh Caesar.
        Acara ini mengudara pertama kali pada tanggal 31 Agustus 2013 dan tayang secara live dimulai pada 30 September 2013 hingga sekarang, dan ini merupakan kelanjutan acara Yuk Kita Sahur, yang sebelumnya ditayangkan sebagai acara sahur pada Ramadhan 2013. Format acara ini adalah pertunjukan musik langsung, komedi situasi, kuis interaktif, talkshow, dan game show, yang dipandu dan diisi oleh beragam artis, dengan menghadirkan bintang tamu berbeda setiap harinya. Tayang setiap hari pada pukul 19.30 sampai 23.30, acara ini terkenal dengan tarian yang dikenal dengan "Joget Caisar atau Caesar" yang diiringi lagu Asik Asik Joss dan Kereta Malam. Selain itu, kini beberapa tarian pun ditambah seperti Joget Bang Jali (Denny Cagur), Goyang Oplosan, dan Goyang Simalakama. Pada tanggal 4 Januari 2014 YKS menambahkan joged baru yaitu Goyang Pokoke (Pokoke Joget) dan juga Joget khusus untuk anak-anak yaitu Goyang Naik Delman.

Sabtu, 15 Februari 2014

Potret Ibukota Indonesia

Jakarta, ibukota negara Zamrud Khatulistiwa ini setiap tahunnya menjadi langganan banjir begitu musim penghujan datang. Banjir ini tidak hanya disebabkan oleh tingginya volume air hujan yang turun langsung di Jakarta, ‘tamu’ kiriman dari Bogor turut memperparah banjir yang menutupi daratan di Jakarta.


 


Berbagai macam cara yang telah diupayakan oleh pemerintah DKI Jakarta untuk menghilangkan atau setidaknya meminimalisasi debit air yang meluapi ibukota sejauh ini belum berhasil. Sudah saatnya, sebagai seluruh warga Indonesia khususnya warga Jakarta dan Bogor melakukan introspeksi diri. Bahwa suatu program yang dicanangkan oleh pemerintah sesungguhnya hanyalah alat yang hanya akan berhasil bekerja apabila digerakkan oleh warga masyarakat yang mendukung keberhasilan pengimplementasian program itu.

Langkah-langkah yang telah ditempuh pemerintah untuk menghapus (meminimalisasi) banjir mulai dari perbaikan kinerja waduk-waduk yang ada di Jakarta dan Bogor harus disertai kesadaran masyarakatnya untuk melakukan tindakan preventif yaitu berhenti membuang sampah di sungai atau di tempat lain yang tidak seharusnya dan mengurangi hasrat untuk memenuhi gengsi semata dalam mendirikan villa-villa mewah di puncak yang pada akhirnya harus mengikis daerah resapan air sedikit demi sedikit. 

Kisah Atlet Inspiratif dan Ayah nya

Nama lelaki itu Derek Redmond, seorang atlet pelari olimpiade asal Inggris. Impian terbesarnya ialah mendapatkan sebuah medali olimpiade, -apapun medalinya-. Derek sebenarnya sudah ikut di ajang olimpiade sebelumnya, tahun 1988 di Korea. Namun sayang beberapa saat sebelum bertanding, ia cedera sehingga tak bisa ikut berlomba. Mau tak mau, olimpiade ini, adalah kesempatan terbaiknya untuk mewujudkan mimpinya. Ini adalah hari pembuktiannya, untuk mendapatkan medali di nomor lari 400 meter. Karena ia dan ayahnya sudah berlatih sangat keras untuk ini.

Suara pistol menanda dimulainya perlombaan. Latihan keras yang dijalani Derek Redmond, membuatnya segera unggul melampaui lawan-lawannya. Dengan cepat ia sudah memimpin hingga meter ke 225. Berarti kurang 175 meter lagi. Ya, kurang sebentar lagi ia kan mendapatkan medali yang diimpikannya selama ini.
Namun tak ada yang menyangka ketika justru di performa puncaknya, ketika ia sedang memimpin perlombaan tersembut, tiba-tiba ia didera cedera. Secara tiba-tiba di meter ke 225 tersebut, timbul rasa sakit luar biasa di kaki kanannya. Saking sakitnya, seolah kaki tersebut telah ditembak sebuah peluru. Dan seperti orang yang ditembak kakinya, Derek Redmond pun menjadi pincang. Yang ia lakukan hanya melompat-lompat kecil bertumpu pada kaki kirinya, melambat, lalu rebah di tanah. Sakit di kakinya telah menjatuhkannya.